Kunjungan Tim Nuansa Jurnalistik SMP N 2 Karanganyar ke Solopos Heny Pujihastuti, S.Pd.

Ayo, Belajar ke Solopos...!!

Hai...sobat Asa…

            Hari Kamis, 11 Oktober 2018, tim jurnalistik SMP  Negeri 2 Karanganyar dan beberapa siswa yang tertarik dengan ilmu kejurnalistikan melakukan kunjungan ke kantor Solopos. Kita sangat senang dan semangat untuk belajar ke Solopos. Kunjungan ini merupakan acara lanjutan dari workshop yang telah dilaksanakan pada Sabtu, 6 Oktober 2018 yang bertujuan membekali para siswa dengan ilmu kejurnalistikan. Kegiatan ini terlaksana karena SMP Negeri 2 Karanganyar yang ditunjuk sebagai sekolah rujukan.

            Tahukah kalian apa itu Solopos...?? Solopos adalah surat kabar harian yang terbit di Surakarta yang diterbitkan oleh PT Aksara Solopos pada 19 September 1997. PT Aksara Solopos didirikan oleh PT Jurnalindo Aksara Grafika (penerbit harian Bisnis Indonesia). “Pak Sukamdani Sahid mempunyai koran di Jakarta yang diberi nama Bisnis Indonesia. Beliaua dalah orang asli Surakarta lalu Pak Sukamdani ingin memiliki satu media local di Surakarta dan akhirnya terbentuklah Solopos ”, ungkap Mbak Alda tentang asal usul Solopos. PT Aksara Solopos memiliki 7 media yaitu, 2 media cetak ( Koran Solopos dan Koran Solo), 3 media online ( Solopos.com, Semarang pos.com, dan Madiun.com), 1 radio ( Solopos FM ) dan 1 saluran TV ( Solopos TV ). Solopos mempunyai visi “Penyaji informasi utama, terpercaya dengan pengelolaan yang terpercaya”. Di Koran Solopos dibagi menjadi dua jenis bagian yaitu, Solopos berisi berita nasional, Internasional dan olahraga sedangkan bagian Soloraya berisi berita kedaerahan se-eksKaresidenan Surakarta. Koran Solo awalnya bernama koran O lalu pada tahun 2009 berubah nama menjadi Koran Solo. Kata Mbak Alda “kendala Perusahaan Solopos adalah mengurangnya minat anak-anak membaca koran”.

            Koran Solopos telah berhasil meraih beberapa perhargaan salah satunya cover terbaik dan koran yang membudayakan bahasa daerah. Setiap hari perusahaan Solopos biasanya menerbitkan lebih dari 60.000 koran per harinya. Perusahaan menjual Koran keagen lalu ke loper baru kemasyarakat. Penghasilan utama Solopos dari iklan yang dipajang di Koran. Oleh karena itu , Solopos mempunyai 2 divisi, yaitu perusahaan ( bagian promosi ) dan redaksi ( bagian media). Berita Solopos mempunyai ciri khas seperti lugas, seimbang, dan bahasanya tidak bertele tele.

            Di Solopos kami mendapat banyak ilmu salah satunya cara menjadi reporter yang baik dari Mas Alfari. Kata Mas Alfari, “Menjadi seorang reporter haruslah bisa menyesuaikan karater si narasumber yang ingin di wawancara dan janganlah tergantung dengan satu narasumber saja”.  Saat ingin membuat berita kita harus tau apa yang ingin kita beritakan dan tentukan narasumber yang terkait. Wawancara harus menggunakan bahasa yang sopan. Sebelum wawancara, reporter harus mempersiapkan camera, alat perekam, alat tulis, blocknote , dan daftar pertanyaan. Reporter haruslah bisa menganalisa suatu kejadian. “Menjadi wartawan itu bertemu dengan banyak orang jadi kita bisa belajar tentang karakter seseorang. Menjadi seorang wartawan itu haruslah berani dan tau sedikit tapi banyak. Maksudnya kita tau suatu masalah yang ingin dibuat beritakan sedikit tapi bisa mengembangkan hal yang kita tau”, papar Mas Alfari. Pesan Mas Afari untuk para jurnalis mendatang “menjadi jurnalis itu panggilan hati, jadi tidak boleh ada beban. Ketika menulis berita dengan sepenuh hati maka hasilnya pun akan lebih maksimal.

            Setelah kita mendapat lmu-ilmu di bidang kejurnalistikan di Solopos, kita pergike Museum Pers. Semoga ilmu-ilmu kejurnalistikan yang telah kita dapatkan bisa menjadikan tim jurnalistik Spendakra menjadi lebih berkembang dan lebih baik.

 

Yuk....Semangat Tim Nuansa.....!!!

Hubungi Kami Jika Ada Pertanyaan

Silakan menghubungi kami apabila ingin mengajukan pertanyaan, membutuhkan informasi maupun kepentingan lainnya.